Minimal Design

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it ...

Easy to use theme’s admin panel

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it ...

Featured posts

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it ...

Hello, I am Vk bhardwaj and i do awsome Blogger Template Designs for your blog, download templates at Www.BestTheme.Net. Thanks A Lot

1. ALIRAN-ALIRAN KALAM

Islam merupakan agama yang diyakini sebagai agama rahmat li al-amin oleh setiap umat Islam, tetapi tidak selamanya bersifat positif salah satu buktinya adalah tahkim. Peristiwa ini membuat bencana bagi umat islam sehingga terpecah belah menjadi tiga kelompok yaitu :
1. Pendukung Mu’awiyah yaitu Amr bin Ash
2. Pendukung Ali bin Abithalib yaitu Abu musa al-Asy’ari
3. Kelompok yang menentang Ali bin Abi thalib yang dipelopori oleh Atab bin A’war dan Urwah bin Jarir,kelompok ini dikenal dengan nama Khawarij.

Macam-Macam Aliran Kalam

1. Khawarij
Pada awalnya, Khawarij merupakan aliran atau fraksi politik, kelompok ini terbentuk karena persoalan kepemimpinan umat islam, tetapi mereka membentuk suatu ajaran yang kemudian menjadi ciri umat, aliran mereka yaitu ajaran tentang pelaku dosa besar ( murtakib al-kaba’ir ). menurut Khawarij orang-orang yang terlibat dan menyetujui hasil tahkim telah melakukan dosa besar. Orang islam yang melakukan dosa besar, dalam pandangan mereka berarti telah kapir: kapir setelah memeluk Islam berarti murtad dan orang murtad halal dibunuh berdasarkan hadis yang menyatakan bahwa nabi muhammad saw bersabda : ”man baddala dinah faktuluh “, atas dasar premis-premis yang dibangunnya Khawarij berkesimpulan bahwa orang yang terlibat dan menyetujui tahkim harus dibunuh. Bagi mereka,pembunuhan terhadap orang-orang yag dinilai telah kafir adalah “ibadah”.

2. Murji’ah
Sebagian umat islam khawatir terhadap gagasan Khawarij yang mengkafirkan Ali bin Abi thalib, Mu’awiyah bin Abi Sufyan, Amir bin Ash, Abu Musa al-Asy’ari. Oleh karena itu sebagian ulama mencoba bersikap netral secara politik dan tidak mau mengkafirkan para sahabat yang terlibat dan menyetujui tahkim. umat islam yang tergabung dalam kelompok ini kemudian dikenal sebagai Murji’ah. kelompok ini dipelopori oleh Ghilan al-Dimasyai.
Ajaran utama aliran Murji’ah adalah orang islam yang melakukan dosa besar tidak boleh dihukumi (ditundukan ) kedudukannya dengan hukum dunia, mereka tidak boleh ditentukan akan tinggal di neraka atau di surga, kedudukan mereka ditentukan dengan hukum akhirat. bagi mereka perbuatan maksiat tidak merusak iman sebagai mana perbuatan taat tidak bermanfaat bagi yang kufur, selain itu bagi mereka iman adalah pengetahuan tentang allah secara mutlak, sedangkan kufur adalah ketidak tahuan tentang tuhan secara mutlak. Oleh karena itu menurut Murji’ah iman itu tidak bertambah dan tidak berkurang .

3. Qadariyah
Manusia memiliki kebebasan dan kemerdekaan dalam menentukan perjalanan hidupnya. menurut paham ini manusia mempunyai kebebasan dan kekuatan sendiri untuk mewujudkan perbuatan-perbuatannya. aliran ini disebut Qadariyah karena memandang bahwa manusia memiliki kekuatan ( qudrah ) untuk menentukan perjalanan hidupnya dan untuk mewujudkan perbuatannya.menurut temuan sementara ajaran ini pertamakali dikenalkan oleh Ma’bad al-Juhani karena tidak terdapat bukti yang otentik tentang siapa yang pertamakali membentuk ajaran Qadariyah.

4. Jabariyah
Menurut aliran ini manusia tidak mempunyai kemerdekaan dalam menentukan perjalanan hidup dan mewujudkan perbuatannya, mereka hidup dalam keterpaksaan ( jabbar ), karena aliran ini berpendapat sebaliknya; bahwa dalam hubungan dengan manusia, tuhan itu maha kuasa.karena itu, tuhanlah yang menentukan perjlanan hidup manusia dan yang mewujudkannya. Ajaran ini dipelopori oleh Al-ja’d bin Dirham.




5. Muktazilah
Kelompok ini banyak menggunakan kekuatan akal sehingga mereka digelari “ kaum rasionalis islam “aliran ini didirikan dan disebarluaskan oleh Washil bin Atha.
Ajaran pokok aliran Muktazilah adalah panca ajaran atau pancasila Muktazilah yaitu:
1. Keesaan tuhan (al-tauhid )
2. Keadilan tuhan (al-adl )
3. Janji dan ancaman (al-wa’d wa al-waid )
4. Posisi diantara dua tempat ( al-manzilah bain al-manzilatin )
5. Amar makruf nahi munkar (al-amr bi al-ma’ruf wa al-nahy’an al-munkar)

6. Ahu sunnah wal jama’ah
Ahu sunnah wal jama’ah terbentuk akibat dari adanya penentangan terhadap aliran Muktazilah oleh orang Muktazilah itu sendiri, mereka adalah Abu al-Hasan, Ali bin Isma’il bin Abi basyar ishak bin Salim bin isma’il bin abd Allah bin Musa bin Bilal bin Abi burdah amr bin Abi musa al-asy’ari.
Imam al-asy’ari (260-324 H), menurut Abubakar isma’il al-Qairawani adalah seorang penganut Muktazilah selama 40 tahun kemudian ia menyatakan keluar dari Muktazilah. setelah itu ia mengembangkan ajaran yang merupakan counter terhadap gagasan –gagasan Muktazilah.
Ajaran pokok Ahu sunnah wal jama’ah tidak sepenuhnya sejalan dengan gagasan Imam al-asy’ari. Para pelanjutnya antara lain Imam abu manshur al-maturidi yang kemudian mendirikan aliran Maturidiyyah yang ajarannya lebih dekat dengan muktazilah. Imam al- maturidi pun memiliki pengikut yaitu al-bazdawi yang pemikirannya tidak selamanya sejalan dengan gagasan gurunya. Oleh karena itu para ahli menjelaskan bahwa maturidiah terbagi menjadi dua golongan: 1. golongan Maturidiah Samarkand, yaitu para pengikut Imam al-maturidi dan 2. golongan Maturidiah Bukhara,yaitu para pengikut Imam al-bazdawi yang tampaknya lebih dekat dengan ajaran al-asy’ari.

7. Salafi
Aliran ini tidak selamanya sejalan dengan gagasan-gagasan imam al-asy’ari, terutama karena aliran ahu sunnah wal jama’ah menggunakan logika (manthiq) dalam menjelaskan teologi, sedangkan aliran salafi menghendaki teologi apa adanya tanpa dimasuki oleh unsur ra’y. aliran ini dikemukakan oleh Ibnu taimiah.



2. ALIRAN-ALIRAN FIQIH

Secara historis hukum islam telah menjadi dua aliran pada zaman sahabat Nabi Muhammad SAW. Dua aliran tersebut adalah: Madrosat al-madinah dan Madrosat al-baghdad. Aliran ini terbentuk karena sebagian sahabat tinggal di Madinah ,dan aliran Baghdad atau Kuffah juga terbentuk karena sebagian sahabat tinggal di kota tersebut. Atas jasa sahabat Nabi Muhammad SAW yang tinggal di madinah terbentuklah fuqaha sab’ah yang juga mengajarkan dan mengembangkan gagasan gurunya dari kalangan sahabat. Diantara fuqaha sab’ah adalah Said bin al’musayyab. salah satu murid Sa’id bin al-musayyab adalah Ibnu syihab al-zuhri dan diapun mempunyai murid Imam maliki, pendiri Aliran Maliki. Ajaran maliki yang paling terkenal adalah ia menjadikan ijmak dan amal ulama Madinah sebagai hujah .
Atas jasa sahabat Nabi yang tinggal di Baghdad terbentuklah aliran ra’yu. Diantara sahabat yang tinggal di Kufah adalah abd Allah bin mas’ud; salah satu muridnya adalah al-aswad bin yazid al-nakha’I; salah satu muridnya adalah Amir bin syarahil al-sya’bi;dan salah satu murid beliau adalah Abu hanifah yang mendirikan Aliran Hanafi. Salah satu ciri fiqih Abu hanifah adalah sangat ketat dalam penerimaan hadits dan banyak menggunakan ra’y.
Murid Imam Maliki dan Muhammad al-syaibani ( sahabat dan penerus gagasan abu hanafiah) adalah Muhammad bin idris al-syafi’I, pendiri aliran hukum yang dikenal dengan syafi’iyah atau Aliran al-syafi’i. Imam ini sangat terkenal dalam pembahasan perubahan hukum islam karena pendapatnya ia golongkan menjadi qaul qadim dan qaul jadid. Salah satu murid imam al-syafi’I adalah Ahmad bin hanbal, pendiri Aliran Hanabilah.Disamping itu,masih ada Aliran Zahiriyah yang didirikan oleh Imam Dud al-Zhahiri, dan aliran Jaririyah yang didirikan oleh Ibnu jarir al-thabari.Dengan demikian kita telah mengenal sejumlah aliran hukum islam yaitu: Madrasah Madinah,Madrasah Kufah, aliran Hanafi, aliran Maliki, aliran al-Syafi’I ,aliran Hanbali, aliran Zhahiriyah ,da aliran Jaririyah.Tidak terdapat informasi yang lengkap mengenai aliran-aliran hukum islam , karena banyak aliran yang muncul kemudian menghilang karena tidak ada yang mengembangkannya.

read more

Anak yang sehat-sehat saja saat memasuki usia sekolah, juga belum jadi jaminan kelakjantungnya tidak terancam sakit. Harus kita akui, kurikulum pendidikan jasmani kitamasih kurang. Berbeda dengan di negara maju, tiada hari tanpa olahraga bukan sekadarmotto tapi benar-benar dilaksanakan. Anak-anak kita sangat kurang jamberolahraganya. Padahal berolahraga betul menyehatkan jantung.Dengan berolahraga, otot jantung bertambah tebal dan kuat. Bila jantung kuat, kelaksekiranya beban jantung meningkat, jantung tidak sampai jatuh kepayahan. Di semuanegara maju, menyehatkan jantung sudah dimulai semenjak usia sekolah. Ibu yang arifakan berupaya menciptakan suasana berolahraga swakarsa buat anak-anaknya setiaphari. Berjalan dan mengajak anak berlari-lari merupakan cara bergerak badan palingmurah dan sederhana, namun bermanfaat untuk menyehatkan jantung.
Anak-anak kita juga masih memikul beban kultur yang keliru dari ibu. Tak sedikit ibu-ibu kita yang beranggapan bahwa gemuk adalah sehat, sehingga ingin semua anaknyagemuk. Padahal, sekarang susah mencari anak gemuk di negara maju, karena justruyang tidak gemuk itu yang dianggap sehat, sementara gemuk itu penyakit.Pada tubuh yang gemuk, jumlah dan ukuran sel lemak anak yang sudah gemuk sejakkecil lebih dari anak normal. Kelebihan sel lemak tidak mungkin disusutkan lagi setelahanak dewasa. Keadaan ini yang ikut menambah besar risiko seseorang terkena penyakitjantung. Jadi betul, peran ibu menentukan bagaimana nasib sel lemak anak-anaknya.Sel lemak anak dibentuk oleh isi meja makan ibu. Dominasi menu lemak, kelebihan porsinasi, penganan serba bersusu-bermentega, menjadikan anak gemuk sebelum usiaremaja. Dulu, darah anak Amerika sudah kelebihan lemak semasih remaja. Sayangnya,anak-anak kita sekarang justru meniru gaya makan dan pilihan menu salah seperti anakAmerika zaman dulu.Kolesterol dan lemak darah anak cenderung sudah pada batas tinggi ketika umur belumlagi dewasa. Ini berbahaya. Ibu yang bijak tidak akan royal memberi makan berlebih,serba gurih, manis, dan berlemak tinggi. Karena itulah, nasib jantung anak ditentukanoleh kesibukan dapur ibu juga.Ibu yang bijak akan memberi anak-anaknya cukup susu, daging, dan mentega, namuntak serba berlebihan.Di tangan ibu, anak dibangun kebiasaan makannya, hobi jajan apa, dan apa pilihancemilan, apakah ia ketagihan menu junkfood, atau doyan jenis makanan olahan. Lidahanak dibentuk oleh bagaimana cara ibu memberi dan menyajikan makanan rumah.Kalau meja makan anak di rumah selalu penuh dengan menu restoran, sampai dewasadi lidah anak akan seperti itu terbentuk menu favoritnya.Menu seperti itu yang merusak lidah anak menerima makanan tradisional, danmengantarkan anak memasuki risiko kena penyakit jantung kelak, atau mungkinmembuatnya terancam mati prematur.

read more

ADALAH hal yang sangat naif, ketika seorang anak menjadi bodoh, nakal, pemberang, atau bermasalah, lalu orang tua menyalahkan guru, pergaulan di sekolah, dan lingkungan yang tidak beres. Tiga faktor itu hanya berperan dalam proses perkembangan anak, sedangkan bakat anak itu menjadi bodoh, nakal, atau pemberang  justru terletak dari bagaimana orang tua memberikan awal kehidupan si anak tersebut.Bukan hal aneh bahwa seorang anak dapat dididik dan dirangsang kecerdasannya sejak masih dalam kandungan. Malah, sejak masih janin, orang tua dapat melihat perkembangan kecerdasan anaknya. Untuk bisa seperti itu, orang tua harus memperhatikan beberapa aspek, antara lain terpenuhinya kebutuhan biomedis, kasihsayang, dan stimulasi.Bicara tentang kecerdasan, tentu saja tidak bisa lepas dari masalah kualitas otak,sedangkan kualitas otak itu dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Secara prinsip,perkembangan positif kecerdasan sejak dalam kandungan itu bisa terjadi dengan memperhatikan banyak hal. Pertama, kebutuhan-kebutuhan biologis (fisik) berupanutrisi bagi ibu hamil harus benar-benar terpenuhi. Seorang ibu hamil, gizinya haruscukup. Artinya, asupan protein, karbohidrat, dan mineralnya terpenuhi dengan baik.Selain itu, seorang ibu hamil tidak menderita penyakit yang akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak dalam kandungannya. Kebutuhan nutrisi itusendiri, sebenarnya bukan hanya ketika ibu mengandung, melainkan ketika ia siap untukmengandung pun sudah harus memperhatikan gizi, makanan, dan komposisi nutrisinyaharus lengkap, sehingga ketika ia hamil, dari segi fisik sudah siap dan proses kehamilanakan berlangsung optimal secara nutrisi.Tapi, memang di Indonesia atau di negara-negara berkembang pada umumnya--bolehdikatakan sangat jarang ada keluarga yang mempersiapkan kehamilan. Malah, kerapkehamilan dianggap sebagai suatu yang mengejutkan. Berbeda dengan yang terjadi dinegara-negara maju. Inilah yang cenderung menjadi penyebab awal mengapa anak-anak yang lahir kemudian tidak berkualitas, karena orang tua seakan tidak siap dalamsegala hal untuk memelihara anaknya.Faktor kedua adalah kebutuhan kasih sayang. Seorang ibu harus menerima kehamilanitu, dalam arti kehamilan yang benar-benar dikehendaki. Tanpa kasih sayang, tumbuh kembangnya bayi tidak akan optimal. "Si ibu hamil harus siap dan dapat menerima risikodari kehamilannya," kata mantan Sekretaris Jenderal Ikatan Dokter Anak Indonesia itu."Risiko itu, misalnya, seorang wanita karier yang hamil, merasa terbebani dan khawatirakan mengganggu pekerjaannya. Ia sebenarnya ingin hamil, tapi juga merasa terganggu dengan kehamilannya itu. Kondisi seperti ini tidak kondusif untuk merangsangperkembangan bayi dalam kandungannya," tambahnya.Selain itu, menurut Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini, ada faktorpsikologis yang memengaruhi perkembangan kecerdasan bayi, yaitu apakah si ibu hamil menikah secara resmi atau kawin lari. Pernikahannya direstui atau tidak, dan apakahada komitmen antara istri dan suami. Tanpa komitmen di antara keduanya, kehamilanitu bisa dianggap mengganggu.Juga harus ada support (dukungan). Tanpa support, walaupun ada komitmen dari suamidan orang tua dapat mengurangi perkembangan dan rangsangan kecerdasan bayi dalam kandungan. "Jadi, variabel kasih sayang tadi adalah komitmen dengan suami, serta
support dari orang tua dan keluarga, sehingga seorang ibu dapat menerimakehamilannya dengan hati tenteram,"Faktor ketiga adalah adanya perhatian penuh dari si ibu hamil terhadap kandungannya.Ia dapat memberikan rangsangan dan sentuhan secara sengaja kepada bayi dalamkandungannya. Karena secara emosional akan terjadi kontak. Jika ibunya gembira dansenang, dalam darahnya akan melepaskan neo transmitter zat-zat rasa senang,sehingga bayi dalam kandungannya juga akan merasa senang.Sebaliknya, bila si ibu selalu merasa tertekan, terbebani, gelisah, dan stres, ia akanmelepaskan zat-zat dalam darahnya yang mengandung rasa tidak nyaman tersebut,sehingga secara tidak sadar bayi akan terstimuli juga ikut gelisah. "Yang paling baikadalah stimuli berupa suara-suara, elusan, dan nyanyian yang disukai si ibu. Hal ini akanmerangsang bayi untuk ikut senang. Berbeda jika si ibu melakukan hal-hal yang tidakdisukainya, karena itu sama saja memberikan rangsangan negatif pada bayi".Tapi, stimuli itu sendiri lebih efektif bila kehamilan sudah menginjak usia di atas enambulan. Sebab, pada usia tersebut jaringan struktur otak pada bayi sudah mulai bisaberfungsi.Untuk mendapatkan kondisi-kondisi itulah, seorang ibu hamil harus tetap menjaganutrisi yang didapat dari makanan sehari-hari. Bahkan, perlu diimunisasi, misalnyadengan suntik TT. Lakukan juga konsultasi rutin dengan dokter secara berkala. Mula-mula sekali sebulan, dan pada bulan terakhir menjelang kelahiran (partus), diperketatmenjadi tiga minggu sekali, lalu dua minggu sekali, dan bahkan mendekati partusmenjadi setiap minggu.Juga disarankan untuk tidak meminum obat-obatan yang katanya bisa merangsangperkembangan dan kecerdasan otak bayi. Obat-obatan semacam itu hanya omongkosong. "Pemberian obat semacam itu percuma saja, dan tidak berpengaruh apa-apa,"katanya. "Yang penting, ciptakan saja lingkungan mendidik, yaitu tiga faktor tadi.Sementara itu, psikolog anak lainnya juga mengungkapkan pendapat yang sama.Stimulasi positif, menurutnya, memang dapat meningkatkan kecerdasan anak sejakdalam kandungan. Dari stimulasi ini, diharapkan ketika anak tumbuh, bukan hanyamenjadi cerdas, melainkan dapat bersosialisasi dengan lingkungannya. "Stimulasimenimbulkan kedekatan antara ibu dan anak.Bahkan, lanjut Surastuti, bayi masih dalam kandungan bisa distimuli dengandiperdengarkan musik klasik, diajak berbicara, dan diberikan elusan penuh kasih sayang.Orang tua juga harus siap dan berusaha mengajarkan cara anaknya bersosialisasidengan dunia luar ketika ia masih di dalam rahim.Tapi, mengapa musik klasik? Pendapat semacam ini memang terus menjadi topikbahasan. Musikus hebat seperti Adhi MS, pimpinan Twilite Orchestra, juga meyakinimusik klasik dapat merangsang kecerdasan bayi sejak dalam kandungan. Bahkan, untukjenis musik yang 'merangsang bayi' ini sudah banyak dijual di toko-toko kaset tertentu.Tapi, untuk lebih tuntasnya kupasan mengenai hal itu, coba kita simak penuturanPsikologi lainnya:Musik klasik, katanya, memiliki berbagai macam harmoni yang terdiri dari nada-nada.Nada-nada inilah yang memberikan stimulasi berupa gelombang alfa. Gelombang inimemberikan ketenangan, kenyamanan, dan ketenteraman, sehingga anak dapat lebihberkonsentrasi."Menurut beberapa penelitian, musik klasik memang termasuk metode yang tepat. Anakmenjadi siap menerima sesuatu yang baru dari lingkungannya," ujar pengasuh rubrikkonsultasi di Klinik Anakku ini. Tapi, jangan coba-coba memperdengarkan musik-musikkeras kepada bayi dalam kandungan. Konon, justru menyebabkan timbulnyakebingungan pada si jabang bayi!

read more

Berciuman dengan pasangan terbukti bisa meredakan stres, menenangkan jiwa dan juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh.Tapi jika kondisi badan tidak sehat, berciuman malah bisa berbuah menjadi bencana.Saat berciuman, kadang terjadi pertukaran saliva (air liur).Hal ini ternyata bisa menimbulkan infeksi mononuecleosis atau dikenal dengan kissing disease. Kissing Disease, atau nama resmi penyakit ini adalah Infectious Mononucleiosis. Penyakit ini disebabkan oleh Virus Cytomelago. Virus ini terdapat di kelenjar air liur, air seni, lendir leher rahim, sperma, air susu ibu, dan darah. 

Selain lewat berciuman, penularan penyakit ini juga dapat melalui transplantasi organ, donor darah, persalinan, serta oral seks. Diketahui bahwa virus ini sekerabat dengan Virus Herpes yang bersifat laten dalam tubuh manusia. Hampir sebagian besar orang dewasa pernah disinggahi virus ini, umumnya ketika masih usia remaja.

Selain Virus Cytomegalo, ada jenis virus lain yang berpotensi ditularkan lewat berciuman, antara lain Virus Epstein-Barr, Virus Herpes-6, Virus Hepatitis, Parasit Toxoplasma, dan Virus HIV penular AIDS sendiri. 

Gejala yang terjadi biasanya seperti gejala flu, yaitu demam, rasa tidak enak di tenggorokan, sering mengantuk, Pembengkakan kelenjar, Amandel dan Merasa lemah serta lesu. Tetapi jika gejala ini berlangsung dalam jangka yang lebih panjang, yaitu sekitar dua minggu. Dan tanpa disadari, hati dan limpa si pengidap akan membengkak.

Untuk mengetahui apakah seseorang mengidap penyakit kissing disease ini atau tidak, perlu dilakukan pemeriksaan darah yang disebutTORCH. TORCH adalah kependekan dari Toxoplasma, Rubella, Cytomelago, dan Herpes.

Selain itu makan dengan menggunakan sendok dan garpu yang sama, minum dari gelas yang sama serta berbagi sikat gigi dengan penderita juga bisa menularkan infeksi amononuecleosis ini. 
Tidak ada antivirus yang dapat diandalkan untuk menyembuhkan penyakit virus ini. Satu-satunya jalan yang harus dilakukan untuk menyembuhkan penyakit ini adalah beristirahat total dan memulihkan sistem imun kita untuk melawan virus ini sendiri. Serta pada masa penyembuhan, pasien dilarang untuk berciuman dengan anak, istri atau suami apalagi orang asing. Maka jagalah selalu kesehatan mulut dan tubuh kita. 



read more

read more

read more

A. Mengukur Manfaat Pendidikan
          Keuntungan pendidikan tidak selalu dapat diukur dengan standar nilai ekonomi atau uang. Hal ini disebabkan manfaat pendidikan, disamping memiliki nilai ekonomi juga memiliki nilai sosial. Ada empat kategori yang dapat dijadikan indikator dalam menentukan tingkat keberhasilan pendidikan yaitu:
1. Dapat tidaknya seorang lulusan melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi
2. Dapat tidaknya memperoleh pekerjaan
3. Besarnya penghasilan (gaji) yang diterima
4. Sikap perilaku dalam konteks sosial, budaya, dan politik.
       Pada tabel mengukur keuntungan pendidikan, digambarkan bagaimana cara mengukur keuntungan pendidikan menurut nilai ekonomi (penghasilan) yang dibandingkan dengan biaya (cost) keuntungan tersebut diukur dengan pola penghasilan seumur hidup. Untuk memperoleh pola penghasilan seumur hidup ini dilakukan dengan dua cara yaitu:
1. Cross sectional, dengan jalan mengukur penghasilan dalam waktu yang bersamaan kepada sejumlah orang yang bervariasi umumnya, kemudian dicari rata-rata penghasilan dari orang-orang yang usianya sama.
2. Longitudinal dengan jalan mengikuti sejumlah orang yang seusia dan penghasilannya diukur pada setiap tingkat usianya.
      Penghasilan atau gaji merupakan ukuran yang paling banyak digunakan untuk menentukan keberhasilan pendidikan dikarenakan:
1. Baik logika maupun pengalaman menunjukkan bahwa mayoritas sosial bersekolah sebagai sarana unuk mendapatkan manfaat ekonomi
2. Mudah diukur
3. Data gaji cukup tersedia, namun demikian ada beberapa hal yang perlu ditentukan terlebih dahulu sebelum dilakukan pengukuran yaitu:
a. Apa gaji awal atau gaji seumur hidup
b. Menggunakan honor atau data kroseksional.
Taksonomi manfaat pendidikan.
        T.W. Schultz, dalam bukunya The Economic Value of Educatioan, mengidentifikasi beberapa kategori manfaat pendidikan. Salah satu dari kategori manfaat itu adalah manfaat-manfaat ekonomis yang akan didapatkan dari pendidikan, yaitu menemukan bakat yang potensial, peningkatan kapabilitas seseorang sehingga dapat menyesuaikan dalam perubahan kesempatan kerja, penyiapan tenaga guru, dan penyediaan sumber daya manusia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Selain itu, pendidikan juga bermanfaat untuk mempersiapkan manusia menjadi warga negara yang lebih baik, dapat mengapresiasi dan mengakui budaya lain secara lebih luas, mengurangi ketergantungan kepada pasar berbagai jasa, sebagai sumber pemasukan pajak penghasilan, serta memberi kesempatan kepada generasi yang akan datang untuk memiliki pendidikan yang lebih baik, dan oleh karena itu, pendidikan juga bermanfaat untuk menjadikan masa depan lebih baik.

1. Manfaat Pendidikan: Antara Konsumtif dan Investasi
   Sementara itu, manfaat pendidikan bagi individu dapat diklasifikasikan kepada manfaat konsumtif dan investasi.
a. Manfaat Secara Konsumtif
       Suatu produk atau jasa dikategorikan bersifat konsumtif ketika ia menghasilkan kepuasan atau kegunaan dalam periode tertentu saja. Pendidikan dikatakan memiliki manfaat secara konsumtif karena dengan pendidikan, seseorang membelanjakan sesuatu yang bersifat konsumtif. Bahkan seorang anak yang dipaksa sekolah pun akan merasakan manfaat secara konsumtif ini. Meskipun pada awalnya ia membenci untuk sekolah, tetapi lama kelamaan ia akan menyukainya.

b. Manfaat Komponen Investasi
       Sesuatu produk atau jasa dikatakan bersifat investasi, apabila ia menghasilkan kepuasan atau kegunaan untuk waktu yang akan datang. Kajian-kajian tentang manfaat pendidikan secara ekonomis banyak menekankan pada aspek investasi. Dan dari semua itu, peningkatan pendapatan adalah merupakan manfaat nyata dari pendidikan. Sekolah dan pelatihan akan meningkatkan produktivitas seseorang dan itu akan meningkatkan kesempatannya untuk memperoleh upah/gaji yang lebih tinggi, dan dengan begitu, ia juga akan lebih berkontribusi dalam kehidupan sosial. Seseorang yang berpendidikan tinggi, khususnya dalam pendidikan umum, akan lebih fleksibel memperoleh pekerjaan baru, sehingga kemungkinan untuk menjadi penganggur lebih kecil. Tetapi yang lebih penting, bahwa pendidikan merupakan investasi masa depan.

2. Manfaat Pendidikan: Antara Individu dan Masyarakat
       Selain manfaat dari aspek konsumsi dan investasi, manfaat pendidikan juga dapat diklasifikasikan ke dalam manfaat secara private/individual dan manfaat sosial. Manfaat secara individual adalah manfaat yang dapat dirasakan oleh seseorang karena pendidikannya. Sedangkan manfaat sosial adalah manfaat yang mungkin tidak dirasakan oleh seseorang karena pendidikannya, tetapi manfaatnya diserap oleh anggota masyarakat yang lain. Pada umumnya, seseorang yang berpendidikan lalu ia menjadi anggota masyarakat, maka manfaat yang bersifat individual akan termasuk ke dalam manfaat secara sosial. Dengan begitu, manfaat sosial berarti keseluruhan dari manfaat pendidikan secara individual dan manfaat lain yang mungkin tidak dirasakan secara individu.
      Pada dasarnya, ada dua manfaat pendidikan secara sosial dan tidak termasuk dalam domain individu. Keduanya adalah (1) pembayaran pajak yang berkaitan dengan manfaat pendidikan, misalnya pajak yang dikeluarkan seseorang selama hidupnya, dan (2) manfaat-manfaat eksternal, seperti kemampuan pemerintah dalam mengandalkan pajak penghasilan yang berasal dari individu, yang sulit dicapai tanpa dukungan masyarakat yang melek huruf. Contoh lainnya adalah dengan banyaknya orang yang berpendidikan, maka produksi buku dan majalah dalam jumlah besar akan memperkecil harga, yang juga akan membawa manfaat pada terciptanya masyarakat informasi.

3. Manfaat Lain Pendidikan
     Manfaat pendidikan lain juga dapat diklasifikasikan ke dalam: (1) pilihan secara finansial yang semakin terbuka bagi siswa, dan (2) pilihan-pilihan non-finasial. Klasifikasi ini didasarkan pada penelitian Weisbrod (1962, 1964). Dengan pendidikan, seseorang memiliki peluang pilihan finansial yang semakin terbuka. Manfaat ini dapat dirasakan karena dengan menyelesaikan jenjang pendidikan tertentu, seseorang akan memiliki kesempatan terbuka untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yang berarti ia memiliki kesempatan menambah jumlah pengalaman training yang lebih baik.
       Manfaat kedua (terbukanya peluang-peluang non-finansial), mislanya, seorang guru besar memiliki banyak keuntungan non-finansial karena jabatannya itu. Melalui jabatannya itu, seorang guru besar tidak hanya memiliki tingkat kebebasan dan fleksibilitas dalam bekerja, tetapi juga pertemuanya dengan mahasiswa setiap hari serta kesenangan yang diperolehnya melalui kegiatan perkuliahan dan penelitian. Buktinya, banyak orang yang memiliki kecakapan akademik sekaligus mampu bekerja di sektor industri, tetapi lebih memilih menjadi dosen atau peneliti meskipun dengan gaji yang lebih rendah.

4. Efek-efek Antar-generasi
       Tambahan lagi, manfaat lain dari pendidikan dapat dirasakan oleh generasi yang akan datang. Hal ini didukung oleh hasil penelitian yang menunjukkan bahwa seseorang akan memilih untuk melanjutkan pendidikan yang tinggi apabila orang tuanya juga memiliki pendidikan yang baik. Bahkan ada kecenderungan seseorang berusaha untuk melampaui jenjang pendidikan orang tuanya.

Bebebrapa Pendekatan untuuk Mengukur Manfaat Pendidikan
       Terdapat tiga pendekatan untuk mengukur manfaat pendidikan, yaitu: (1) pendekatan korelasi sederhana, (2) pendekatan residual, dan (3) pendekatan keuntungan pendidikan.
1. Pendekatan Korelasi Sederhana
     Para sarjana mencatat tentang korelasi yang nyata antara pencapaian pendidikan dengan penghasilan. Demikian, hasil kajian yang dilakukan di beberapa wilayah di Amerika Serikat dengan menggunakan metode time series (longitudinal) dan metode cross-sectional. Kajian itu menunjukkan tentang adanya hubungan saling terkait antara pendidikan dengan penghasilan atau pendapatan. Tetapi kajian itu tidak menjelaskan apakah tingginya pendapatan daerah, negara atau individu disebabkan oleh pendidikan, atau sebaliknya, tingginya investasi di bidang pendidikan yang menyebabkan tingginya pendapatan. Tetapi keduanya dipandang benar, dalam arti investasi di bidang pendidikan menyebabkan kenaikan pada pendapatan, dan tingginya pendapatan juga menyebabkan semakin tingginya pendidikan.

2. Pendekatan Residual
       Seperti diketahui, dalam melakukan kajian tentang dinamika pertumbuhan ekonomi, beberapa sarjana ekonomi mencatat sejumlah porsi pertumbuhan ekonomi yang tersisa, yang tidak dapat dijelaskan ketika faktor input klasik seperti tanah, tenaga kerja, dan modal diikutsertakan. Pendekatan residual adalah pendekatan yang digunakan untuk menjelaskan fenomena input ekonomi klasik yang hanya memasukan aspek tenaga kerja secara kuantitas, bukan kualitasnya. Perubahan-perubahan dalam output yang disebabkan oleh perubahan dalam kualitas tenaga kerja serta faktor-faktor lain yang tidak dispesifikasi, kemudian tidak tertinggal dan tidak dapat dijelaskan. Padahal, hubungan antara pendidikan dengan pertumbuhan ekonomi cukup penting untuk menjamin perlakukan secara komprehensif. Selain itu, sejumlah kajian tentang kontribusi pendidikan terhadap pertumbuhan ekonomi didasarkan pada pendekatan keuntungan pendidikan.

3. Pendekatan Keuntungan Langsung Pendidikan
         Pendekatan ini didasarkan pada premis bahwa pendidikan menghasilkan keuntungan langsung, baik bagi individu maupun masyarakat. Meskipun keuntungan bagi individu harus dihitung menurut kepuasan pada masa sekarang dan mendatang, data dan problem-problem konseptual lain harus mendapatkan paerhatian para peneliti untuk memahami konsep keuntungan yang terkait dengan penghasilan atau gaji masing-masing.

a. Profil Penghasilan Berdasarkan Usia
       Dalam suatu buku yang terkenal yang ditulis oleh G.S. Becker (1964) disebutkan bahwa penghasilan individu selama hidupnya berbeda-beda tergantung kepada profil penghasilan berdasarkan usia secara khusus. Berdasarkan profil ini, seseorang yang masih muda dan belum berpengalaman akan memperoleh penghasilan yang rendah (low earning), kemudian beranjak menuju kepada penghasilan yang lebih tinggi dan memperoleh penghasilan puncak pada usia pertengahan, dan akhirnya, penghasilannya akan menurun kembali. Yang juga penting adalah bahwa tinggi-rendahnya profil penghasilan berdasarkan usia akan bervariasi tergantung kepada tingkat pendidikan seseorang. Profil ini pun tidak akan seragam untuk semua usia yang sama.
        Misalnya kita dapat membandingkan antara profil penghasilan berdasarkan usia, antara yang berpendidikan SMA dengan Universitas. Contoh Profil Penghasilan Berdasarkan Usia. Seseorang yang berusia 18 tahun dan telah menempuh pendidikan selama 11 tahun; lalu kemudian ia menempuh kembali pendidikan selama empat tahun, maka selama empat tahun itu (selama menempuh jenjang universitas), mungkin ia tidak akan memperoleh tambahan penghasilan (antara usia 18 – 21 tahun). Pada saat yang sama mungkin sekali seseorang yang berpendidikan SMA memiliki penghasilan lebih tinggi dari yang seseorang berpendidikan universitas; karena yang berpendidikan SMA memiliki pengalaman kerja dan pelatihan yang lebih baik, sementara ia sendiri masih melanjutkan studi. Diperkirakan puncak penghasilan untuk mereka yang berpendidikan universitas adalah pada usia 57 tahun; sedangkan yang berpendidikan SMA pada usia 47 tahun. Hal ini dapat dijelaskan dengan dua cara, yaitu: Pertama, pekerjaan yang terkait dengan mereka yang berpendidikan tinggi (universitas) tidak terlalu menggantungkan kekuatan fisik tetapi lebih pada kapasitas intelektual. Kedua, sebagaimana penjelasan Mincer (1974), mereka yang memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi memiliki pengalaman pelatihan yang lebih banyak.

b. Diferensiasi Penghasilan
       Profil penghasilan berdasarkan usia dapat digunakan untuk memperoleh perbedaan antara penghasilan kelompok yang berpendidikan tinggi dengan kelompok yang berpendidikan rendah. 

c. Diferensiasi Penghasilan Seumur Hidup
        Diferensiasi penghasilan seumur hidup adalah jumlah keseluruhan penghasilan yang diterima oleh kelompok dengan tingkat pendidikan tertentu dibandingkan dengan kelompok dengen tingkat pendidikan yang berbeda.


B.  Biaya Pendidikan
       Secara bahasa biaya (cost) dapat diartikan sebagai pegeluaran, dalam istilah ekonomi, biaya/pengeluaran dapat berupa uang atau bentuk moneter lainnya. Pengertian biaya dalam ekonomi adalah pengorbanan-pengorbanan yang dinyatakan dalam bentuk uang, diberikan secara rasional, melekat pada proses produksi dan tidak dapat dihindarkan. Bila tidak demikian, maka pengeluaran tersebut dapat dikategorikan sebagai pemborosan.
         Biaya dalam pendidikan meliputi biaya langsung dan biaya tidak langsung. Biaya langsung terdiri dari biaya-biaya yang dikeluarkan untuk keperluan pelaksanaan pengajaran dan kegiatan belajar siswa seperti membeli alat pembelajaran, sarana belajar, biaya transportasi, gaji guru, baik yang dikeluarkan pemerintah, orang tua, maupun siswa sendiri, sedangkan biaya tidak langsung berupa keuntungan yang hilang dalam bentuk biaya kesempatan yang hilang yang dikorbankan siswa selama belajar. Contohnya: uang jajan siswa, pembelian peralatan.
            Dalam konsep dasar pembiayaan pendidikan ada dua hal penting yang perlu dikaji atau dianalisis, yaitu biaya pendidikan secara keseluruhan (total cost) dan biaya satuan per siswa (unit cost). Biaya satuan ditingkat sekolah merupakan Agregate biaya pendidikan tingkat sekolah baik yang bersumber dari pemerintah, orang tua, dan masyarakat yang dikerluarkan untuk menyelenggarakan pendidikan dalam satu tahun pelajaran. Biaya satuan per-murid merupakan ukuran yang menggambarkan seberapa besar uang yang dialokasikan sekolah secara efektif untuk kepentingan murid dalam menempuh pendidikan. Oleh karena biaya satuan ini diperoleh dengan memperhitungkan jumlah murid pada masing-masing sekolah, maka ukuran biaya satuan dianggap standar dan dapat dibandingkan antara sekolah yang satu dengan yang lainnya. Analisis mengenai biaya satuan dalam kaitannya dengan faktor-faktor lain yang mempengaruhinya dapat dilakukan dengan menggunakan sekolah sebagai unit analisis. Dengan menganalisis biaya satuan, memungkinkan kita untuk mengetahui efisiensi dalam penggunaan sumber-sumber di sekolah, keuntungan dari investasi pendidikan, dan pemerataan pengeluaran masyarakat, pemerintah untuk pendidikan. Disamping itu, juga dapat menjadi penilaian bagaimana alternatif kebijakan dalam upaya perbaikan atau peningkatan sistem pendidikan.
            Komponen Biaya Pendidikan meliputi: Peningkatan KBM, Pembinaan tenaga kependidikan, Pengadaan alat-alat belajar, Pengadaan bahan pelajaran, Sarana kelas, Sarana sekolah, Pembinaan siswa, Pengelolaan sekolah, Pemeliharaan dan penggantian sarana dan prasarana pendidikan, Biaya pembinaan, pemantauan, pengawasan dan pelaporan, Peningkatan mutu pada semua jenis dan jenjang pendidikan, Peningkatan kemampuan dalam menguasai iptek., Peningkatan pembinaan kegiatan siswa, Rumah tangga sekolah, Kesejahteraan, Perawatan, Pengadaan alat-alat belajar, Pembinaan tenaga kependidikan, Pengadaan bahan pelajaran.
             Setelah memahami bentuk biaya maupun cara perhitungannya, dan telah dibahas pada kelompok ke-2 ,tujuan dari analisis biaya adalah untuk memberikan kemudahan, memberikan informasi pada para pengambil keputusan untuk menentukan langkah/cara dalam pembuatan kebijakan sekolah, guna mencapai efektivitas maupun efisiensi pengolahan dana pendidikan serta peningkatan mutu pendidikan.
Secara khusus, analisis manfaat biaya pendidikan bagi pemerintah menjadi acuan untuk menetapkan anggaran pendidikan dalam RAPBN, dan juga sebagai dasar untuk meningkatkan kualitas SDM dengan meningkatkan mutu pendidikan nasional. Sedangkan bagi masyarakat, analisis manfaat biaya pendidikan ini berguna sebagai dasar/pijakan dalam melakukan ”investasi” di dunia pendidikan. Hal ini dirasakan penting untuk diketahui dan dipelajari, karena menurut sebagian masyarakat pendidikan hanya menghabis-habiskan uang tanpa ada jaminan/prospek peningkatan hidup yang jelas dimasa yang akan datang.

read more